MUARA TEWEH – Rasa sakit hati karena dicaci maki menjadi pemicu utama aksi pembunuhan sadis terhadap satu keluarga di perbatasan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Polisi berhasil mengungkap motif kelam di balik tragedi berdarah tersebut.
Kapolres Barito Utara melalui Kasat Reskrim AKP Ricky Hermawan dalam konferensi pers mengungkapkan, pelaku pembunuhan berjumlah empat orang. Tiga di antaranya merupakan saudara kandung, satu lagi adalah ipar atau suami dari pelaku berinisial SA.
“Motifnya bermula dari penutupan jalan oleh korban yang mengakses lahan kebun milik pelaku. Akibatnya, pelaku tidak bisa keluar masuk dengan leluasa seperti biasanya,” ujar AKP Ricky, Jumat (01/5)
Sebelum kejadian naas itu, para pelaku sempat mendatangi pondok korban untuk meminta penjelasan soal penutupan akses jalan. Pertemuan pada hari Jumat itu justru memanas.
“Saat cekcok terjadi, korban mencaci maki orang tua pelaku. Kemudian dua pelaku menghubungi keluarganya yang berinisial PS dan MN untuk membantu menyelesaikan masalah ini,” jelasnya.
Dua pelaku yang dihubungi itulah yang kemudian datang pada hari Minggu dan bersama-sama melakukan pembunuhan berencana terhadap satu keluarga tersebut.
AKP Ricky menegaskan bahwa konflik antara pelaku dan korban sebenarnya sudah berlangsung lama. Bahkan, kedua belah pihak pernah menjalani mediasi di Polsek Benangin.
“Jadi motif utamanya memang sakit hati akibat caci makian dari salah satu korban. Tidak ada motif perebutan lahan seperti yang beredar luas di media sosial,” tegasnya.
Polisi kini masih melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap keempat pelaku yang sudah diamankan. Mereka dijerat dengan pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman maksimal. (Arnold/red)
Tidak ada komentar