PUPR Barut Gerak Cepat Tutup Lubang Pembuangan Air dari Jalan Hauling PT BDA

redaksi
15 Jan 2026 14:28
3 menit membaca

MUARA TEWEH-Dinas Pekerjaan Umum dan Penaataan Ruang (PUPR) Barito Utara gerak cepat melakukan penutupan lubang pembuangan air dari jalan Hauling PT Batubara Duaribu Abadi (BDA) ke Jalan kabupaten di km 34 dan 35, Desa Sikui, Rabu 14 Januari 2026.

Penutupan lubang pembuangan air yang berlangsung hingga malam hari itu dikomando langsung oleh Kadis PUPR Iman Topik dan didampingi oleh Kabid Binamarga Subiantoro beserta sejumlah elit pejabat pemkab lainnya.

Dalam kesempatan tersebut Iman mengatakan bahwa penutupan lubang pembuangan air dan sebagian lumpur dari jalan hauling PT BDA merupakan perintah Bupati. Hal ini karena pembuangan air menyebabkan genangan jalan umum serta mengakibatkan kerusakan.

“Ini perintah pak Bupati. Tadi beliau sendiri yang melihat sendiri kondisi jalan yang rusak karena genangan air yang di buang dari perusahaan. Beliau marah sekali,” ujar Iman saat berkomunikasi dengan Simson yang merupakan kepala Maintanance PT BDA sore kemarin.

Kepada pihak perusahaan, Iman mengatakan bahwa sebelum melakukan penutupan ini, pihak perusahaan sudah diingatkan untuk menutup sejak tanggal 28 Desember lalu, namun peringatan tersebut tidak diindahkan.

“Ini kami bawa alat sendiri untuk menutup. Kami tidak mau pakai punya perusahaan. Sebelumnya kita sudah ingatkan tetapi tidak diindahkan ya kita tutup saja,” terangnya sedikit geram.

Lebih lanjut dijelaskan Topik bahwa lubang pembuangan yang ditutup hanyalah yang tidak mengalir ke saluran atau juga ke sungai serta tidak memiliki pembatas agar air tidak ke jalan.

“Kalau yang langsung ke saluran dan alirannya lancar kami tidak tutup. Yang kami tutup itu yang alirannya ke jalan dan tidak ada tanggul,” ujarnya.

“Perawatannya harus rutin. Jangan tunggu seperti ini baru mau perbaikan. Ini jalan umum. Banyak yang terdampak kalau genangan air di jalan hingga menyebabkan kerusakan,” tambahnya.

Menanggapi yang disampaikan oleh Kadis PUPR, kepala Maintenance PT BDA, Simson tak membantah dan berkomitmen akan melakukan perawatan rutin kedepannya.

“Ini kan sedimentasi, Pak. Istilahnya ketutup sama material, makanya aliran air jadi terganggu dan meluber ke jalan. Untuk penanganan di titik ini, alat baru bisa masuk ke lokasi,” jelas Simson.

Lebih lanjut, Simson menegaskan bahwa pihaknya rutin melakukan perawatan di area atas dan telah membangun fasilitas pengendalian air.

“Kami sangat sering melakukan maintenance di area atas. Kami juga sudah bikinkan (fasilitas) di atas. Tapi ya, untuk titik yang disorot Bupati, baru bisa ditangani sekarang setelah alat bisa masuk,” paparnya.

Pantauan media ini dilapangan, penutupan lubang pembuangan air dimulai dari sore hingga malam hari. Tak hanya Kadis PUPR dan Kabid Binamarga, tampak juga Kadishub Barut Mirhab Buanapati, Kadiskominfosandi, M. ikhsan, Asisten Pembangunan dan Perekonomian, Bahrum Girsang.

Tak hanya menutup pembuangan air, tampak sejumlah truck angkutan batu bara juga ditahan karena beroperasi sebelum jam yang disepakati. (Arnold/red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x
Seedbacklink