Bupati Shalahuddin Minta Semua Pejabat di Barut Berikan Teladan

redaksi
25 Mar 2026 17:46
3 menit membaca

MUARA TEWEH- Pemerintah Kabupaten Barito Utara kembali mengingatkan pentingnya menjaga “marwah” atau kehormatan diri di lingkungan aparatur sipil negara (ASN). Bupati H. Shalahuddin, S.T., M.T., secara blak-blakan menyoroti perilaku para pemimpin di jajarannya, menegaskan bahwa pangkat tinggi tidak menjamin keberhasilan jika tidak diimbangi dengan sikap dan keteladanan yang baik.

Pernyataan tegas itu disampaikan Bupati dalam apel gabungan dan halal bihalal di Arena Tiara Batara, Rabu (25/3/2026). Di hadapan para pejabat eselon II, III, dan IV, ia mengajak seluruh aparatur untuk mawas diri dan kembali memahami makna sejati dari menjaga kehormatan institusi.

“Marwah itu adalah kehormatan diri, martabat, dan harga diri. Saya mengingatkan kepada seluruh kita yang hadir, tanpa kecuali, semua bisa mawas diri,” ujar Bupati.

Ia menekankan, pangkat boleh sama, tetapi sikap, tingkah laku, dan perbuatanlah yang akan menentukan keberhasilan seseorang dalam kehidupan maupun pekerjaan.

Bupati Shalahuddin mengingatkan dua hal mendasar dalam menjaga marwah. Pertama, bekerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kedua, setiap pejabat wajib menyampaikan kebenaran, sekalipun pahit.

“Apalagi kepala dinas, wajib menyampaikan kebenaran. Sesuatu yang benar, sesuatu yang sudah sesuai dengan aturan, itu harus ditegakkan. Ketika kita semua tidak memulai dari hal yang benar, Barito Utara tidak akan maju,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tidak ada manusia yang sempurna, termasuk dirinya sendiri. Namun, ketidaksempurnaan bukanlah alasan untuk meninggalkan prinsip kebenaran.

“Mohon maaf, saya sendiri pun pasti banyak kekurangan. Tapi kita semua harus memulai dari hal yang benar,” imbuhnya.

Dalam arahannya, Bupati secara terang-terangan mengkritik gaya kepemimpinan yang hanya mengandalkan retorika. Ia menyebut, ada oknum yang tampak hebat dalam berbicara, tetapi ketika diuji, tak ada bukti nyata yang ditunjukkan.

“Di antara kita ada orang yang hebat ngomongnya saja. Hadirnya saja berharap. Tapi kalau ngomongnya saja yang hebat, tunggu waktunya, paling sebulan, setahun, paling lama ketahuan. Apa sih kehebatannya?” ujarnya dengan nada tajam.

Ia menegaskan tidak ingin hal seperti itu terjadi di lingkungan yang ia pimpin. Sebab, keberhasilan pembangunan tidak diukur dari banyaknya kata, tetapi dari aksi nyata di lapangan.

Lebih lanjut, Bupati Shalahuddin mengajak para pemimpin di jajarannya untuk menerapkan Trilogi Kepemimpinan yang dicetuskan Ki Hajar Dewantoro. Ia mengingatkan bahwa setiap orang adalah pemimpin, baik di kantor maupun di lingkungan keluarga.

“Yang pertama, Ing Ngarso Sung Tulodo. Seorang pemimpin harus bisa memberi teladan. Bapak ibu sekalian, kalau punya anak, melarang merokok tapi bapaknya sendiri merokok, ya tidak jalan. Itu standarnya,” jelasnya.

Ia meminta agar keteladanan itu dimulai dari hal-hal kecil, seperti cara bertutur kata yang tidak menyinggung orang lain, hingga konsistensi antara ucapan dan perbuatan.

“Bercakap-cakap dengan lingkungan, bagaimana supaya orang tidak tersinggung. Itu penting. Walaupun kepala dinas, walaupun eselon III, itu tidak menjamin apa-apa. Ini tidak ada ilmunya, tidak dapat di sekolah,” sindirnya.

Di akhir arahannya, Bupati menyampaikan bahwa dirinya akan terus melakukan evaluasi terhadap kinerja seluruh jajaran. Ia mengaku tahu persis siapa saja yang selama ini kurang aktif atau memiliki persoalan tertentu.

“Saya akan evaluasi. Saya tahu siapa yang tidak pernah mengikuti saya. Saya lihat alasannya. Saya hanya melihat evaluasi,” ujarnya mengakhiri dengan nada penuh peringatan.

Ia berharap seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Utara dapat berbenah, menjadikan keteladanan sebagai fondasi utama, dan menempatkan kebenaran di atas segalanya demi kemajuan daerah. (Old)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x
Seedbacklink