Maya Savitri Hadiri Penutupan Dekranasda Kalteng Fashion Festival 2025

redaksi
14 Des 2025 18:16
3 menit membaca

PALANGKA RAYA– Gelaran akbar Dekranasda Kalteng Fashion Festival 2025 resmi menurunkan tirai, Minggu (14/12), di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Tambun Bungai, Palangka Raya. Acara penutupan ini turut dihadiri oleh pimpinan Dekranasda dari berbagai kabupaten se-Kalimantan Tengah, menandakan solidaritas dan komitmen bersama dalam memajukan industri kreatif daerah.

Kehadiran Ketua Dekranasda Kabupaten Barito Utara, Maya Savitri Shalahuddin, menambah khidmat acara. Ia tampak didampingi langsung oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Dagrin) Barito Utara, Dewi Handayani, serta sejumlah pejabat daerah terkait. Kehadiran rombongan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata dukungan politik dan kebijakan terhadap geliat ekonomi kreatif lokal.

Dalam sambutannya, Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Tengah, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, menegaskan bahwa festival fashion ini merupakan platform strategis. “Ini adalah wadah untuk memamerkan karya terbaik perajin dan desainer lokal kita. Namun, lebih dari itu, ini adalah panggung untuk berinovasi, meningkatkan kualitas, dan yang terpenting, berkolaborasi,” ujarnya di hadapan para undangan.

Sabran menekankan, kolaborasi lintas daerah mutlak diperlukan agar produk kerajinan dan fesyen Kalteng tidak hanya jaya di daerah sendiri. “Dengan sinergi yang kuat, kita pacu produk lokal untuk bersaing tak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional. Modal kita adalah kekayaan budaya dan kearifan lokal yang tak ternilai,” tambahnya.

Menyambut hal tersebut, Ketua Dekranasda Barito Utara, Maya Savitri Shalahuddin, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas penyelenggaraan festival. Ia melihat acara ini memiliki nilai ganda yang strategis. “Ini bukan sekadar ajang promosi belaka. Lebih dari itu, ini adalah ruang pembelajaran, pertukaran ide, dan penguatan jejaring yang sangat vital bagi para pelaku UMKM dan perajin kita,” jelas Maya.

Maya Savitri menambahkan, melalui interaksi langsung di festival, para perajin mendapatkan insight pasar yang berharga. “Mereka bisa melihat tren, mendapatkan umpan balik langsung dari konsumen, dan membuka peluang kemitraan baru. Inilah cara konkret untuk memperluas pasar, mendongkrak kreativitas, dan mempertegas identitas produk berbasis kearifan lokal kita di Barito Utara khususnya,” tegasnya.

Dengan ditutupnya festival ini, diharapkan muncul momentum baru bagi kemajuan sektor kerajinan. Fokus ke depan adalah pada peningkatan kualitas, standardisasi produk, dan yang utama, membuka akses pemasaran yang lebih luas bagi ribuan pelaku UMKM di bumi Tambun Bungai. Kolaborasi yang terjalin selama festival diharapkan menjadi fondasi kokoh untuk langkah-langkah strategis berikutnya.

Partisipasi aktif Dekranasda Barito Utara dalam setiap gelaran provinsi seperti ini menjadi indikator positif. Hal ini menunjukkan kesiapan untuk bersinergi, tidak hanya dengan sesama pelaku usaha, tetapi juga dengan pemerintah daerah. Sinergi segitiga antara Dekranasda, dinas terkait, dan para perajin inilah kunci pendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan dan berdasar pada kearifan lokal Kalteng. (DiskominfosandiBARUT/red)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x
Seedbacklink

You cannot copy content of this page