Trakindo Serahkan 12 Unit Alat Berat, Pemkab Barut Siapkan Regulasi Ketat untuk Optimalkan Manfaat

redaksi
12 Des 2025 18:37
2 menit membaca

MUARA TEWEH- Upaya percepatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Barito Utara mendapat suntikan daya yang signifikan. PT Trakindo Utama menyerahkan 12 unit alat berat jenis Caterpillar kepada Pemerintah Kabupaten Barito Utara dalam sebuah seremoni di Dinas PUPR, Jumat (12/12) lalu.

Penyerahan alat berat yang dihadiri oleh seluruh pimpinan daerah dan jajaran eksekutif PT Trakindo ini menandai dimulainya babak baru penguatan kapasitas teknis pemerintah daerah. Bupati H. Shalahuddin menyambut positif dukungan ini sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan membuka keterisolasian wilayah.

“Kehadiran alat berat ini adalah jawaban atas tantangan geografis kita. Ini merupakan langkah strategis untuk pemerataan pembangunan,” ujar Bupati Shalahuddin di hadapan para camat dan kepala dinas. Ia menegaskan komitmennya agar alat-alat senilai miliaran rupiah ini memberikan dampak nyata hingga ke tingkat desa.

Namun, Bupati menyadari bahwa aset bernilai tinggi memerlukan pengelolaan yang profesional. Untuk itu, ia menginstruksikan penyusunan regulasi atau Standard Operating Procedure (SOP) yang ketat. Regulasi tersebut akan mencakup mekanisme permohonan penggunaan, prioritas proyek, tata cara pemeliharaan rutin, hingga standar perbaikan kerusakan.

Tidak hanya mengandalkan internal, Pemkab Barut juga meminta komitmen kemitraan dari PT Trakindo. Dukungan teknis seperti pelatihan sertifikasi bagi operator alat berat, pendampingan perawatan, dan layanan purna jual yang responsif menjadi poin penting dalam kerja sama ini untuk memastikan alat selalu dalam kondisi prima.

Kepala Dinas PUPR, M. Iman Topik, memaparkan strategi penempatan awal alat berat. “Kami akan bagi menjadi tiga klaster layanan untuk memaksimalkan cakupan dan efisiensi,” jelasnya. Enam kecamatan pertama yang akan merasakan manfaat langsung adalah Teweh Timur, Gunung Purei, Gunung Timang, Montallat, Teweh Baru, dan Teweh Selatan.

Pengadaan melalui skema INAPROC Mini Kompetisi ini, menurut Iman, menunjukkan komitmen transparansi dan akuntabilitas. Dengan sistem klaster ini, diharapkan pembangunan jalan, irigasi, dan sarana publik lainnya dapat berjalan lebih cepat, sehingga pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan konektivitas antar wilayah di Barito Utara. (DiskominfosandiBARUT/Rizali/red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x
Seedbacklink

You cannot copy content of this page