MUARA TEWEH – Sebanyak 14 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Hatapa di Barito Utara mendapat pelatihan intensif Good Manufacturing Practices (GMP) atau Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik. Kegiatan ini digelar untuk mendorong produk lokal agar lebih higienis, aman, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Pelatihan yang berlangsung pada Jumat (25/4/2026) di Hayak Tamara Syariah Hotel itu merupakan hasil kolaborasi PT Pamapersada Nusantara Site SMMS, PT SMM, dan Yayasan Astra–YDBA. Para peserta yang seluruhnya bergerak di sektor pangan olahan tampak antusias mengikuti sesi demi sesi.
Instruktur dari Dinas Kesehatan Barito Utara, apt. Nurmiati, S.Farm, hadir langsung memaparkan berbagai aspek krusial dalam GMP. Mulai dari cara memilih bahan baku yang aman, standar bangunan dan fasilitas produksi, higienitas karyawan, hingga pengelolaan limbah.
“Setiap proses produksi harus menjaga kebersihan. Ini kunci utama membangun kepercayaan konsumen,” ujar apt. Nurmiati di hadapan peserta.
Selama pelatihan, suasana diskusi berlangsung hidup. Para UMKM tak raut bertanya dan berbagi pengalaman tentang tantangan menerapkan standar produksi di usaha masing-masing. Hal ini menunjukkan keseriusan mereka untuk terus belajar dan memperbaiki kualitas produk.
Koordinator LPB Hatapa menyampaikan bahwa pelatihan GMP ini baru langkah awal. Ke depan, pihaknya akan terus mendampingi UMKM melalui program lanjutan seperti pelatihan Quality Control (QC), penyusunan SOP UMKM, pelatihan K3, serta pengelolaan limbah.
“Kami ingin UMKM di Barito Utara benar-benar naik kelas. Tidak hanya sekadar produksi, tetapi juga mampu menjaga konsistensi dan keamanan pangan,” tegasnya.
Dengan pendampingan berkelanjutan ini, LPB Hatapa berharap produk pangan olahan lokal semakin dipercaya pasar, memiliki nilai tambah, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan para pelaku UMKM. (Arnold/red)
Tidak ada komentar