Air Mata dan Isak Tangis Sambut Kedatangan Jenazah Polisi Gugur di RS Bhayangkara Polda Kalteng

redaksi
2 Jul 2026 18:38
2 menit membaca

Palangka Raya — Suasana duka yang mendalam menyelimuti Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalimantan Tengah, Kamis (2/7) sore. Sekitar pukul 16.00 WIB, iring-iringan mobil ambulans yang membawa jenazah anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Aipda Yudhi Perdana Putra, tiba di pintu rumah sakit. Ambulans yang juga membawa jenazah Teriyo, keluarga terduga pelaku, dikawal ketat oleh personel Polres Katingan.

Tangis keluarga pecah seketika ketika jenazah sang prajurit diturunkan dari ambulans. Sang ibu tampak histeris tak kuasa menahan kesedihan, sementara ayah almarhum terlihat lemas dan hampir roboh saat menyaksikan putra kebanggaannya terbujur kaku. Pemandangan haru itu membuat seluruh petugas dan pelayat yang hadir ikut larut dalam duka.

Aipda Yudhi gugur dalam tugas mulia memberantas peredaran narkotika saat penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kamis dini hari. Ia menjadi korban kebiadaban pelaku yang melawan petugas dengan senjata tajam. Gugurnya anggota Polri yang tengah menjalankan tugas negara ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan institusi kepolisian.

Paman almarhum, Labih (51), menceritakan bahwa pihak keluarga awalnya mengetahui kabar duka tersebut melalui pesan yang beredar di grup WhatsApp. Tak lama kemudian, keluarga mendapat konfirmasi dari rekan-rekan almarhum bahwa Aipda Yudhi gugur saat menjalankan operasi pemberantasan narkoba di Kecamatan Katingan Tengah.

“Informasinya kami dapat dari grup WhatsApp, kemudian baru dikonfirmasi oleh rekan-rekannya. Orang tuanya juga baru siang tadi menerima kabar bahwa almarhum gugur saat bertugas,” ujarnya dengan suara bergetar.

Saat ini, jenazah Aipda Yudhi Perdana Putra dan Teriyo masih menjalani proses visum di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalimantan Tengah sebagai bagian dari proses penyelidikan lebih lanjut. Polda Kalteng berkomitmen mengusut tuntas kasus ini dan membawa seluruh pelaku penyerangan ke meja hijau.

Jenazah almarhum rencananya akan dimakamkan dengan upacara kepolisian sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdiannya kepada bangsa dan negara.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x
Seedbacklink