
MUARA TEWEH-Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) di Kecamatan Teweh Selatan fiktif. Sejak adanya penyertaan modal dari semua desa tahun 2023 lalu hingga saat ini tidak terlihat bidang usaha apa yang diusahakan.
Beberapa kepala desa di Teweh Selatan saat dikonfirmasi media ini membenarkannya. Mereka juga mengakui menyertakan modal sebesar 5 juta rupiah dan berkedudukan sebagai pengawas.
“Kami tahun 2023 menyertakan modal 5 juta rupiah. Dan sepuluh kepala desa menjadi pengawas,” ujar salah satu kades yang tidak disebutkan namanya.
Tak hanya para kades, ketua Bumdesma, Tumbu saat dikonfirmasi terkait tidak jalannya usaha yang dipimpinnya pun tak membantah.
“Iya benar memang usahanya tidak ada. Uangnya ada saja di Bank,” ujar Tumbu yang juga berniat mundur dari Ketua Bumdesma.
Terpisah, Camat Teweh Selatan Sodiq yang diketahui sebagai pembina Bumdesma saat dikonfirmasi malah meminta awak media untuk bertanya kepada 10 kepala desa di Teweh Selatan yang berperan sebagai pengawas.
“Coba sampean nanya ke pengawasnya pak seperti apa Bundesma itu pengawasnya 10 kades di Teweh Selatan,” jawab Sodiq, Selasa (12/08).
Lebih lanjut terkait alasan tidak berjalannya Bumdesma, Sodiq menjelaskan bahwa belum dilakukannya Musdes Bumdes.
“Salah satunya yaitu harus ada Musdes BUMDES seperti apa saran saya,” ujarnya.
Diakhir percakapan, Sodiq yang sedang tidak ada di Kantor itu menegaskan dirinya sudah menyarankan untuk dilakukan Musdes namun hingga saat ini tidak dilaksanakan.
“Iya tapi sudah saya ingatkan berkali kali untuk rapat belum dilaksanakan dengan berbagai alasan,” tegasnya.
Berdasarkan informasi media ini, Bumdesma di Kecamatan Teweh Selatan yang sudah ada penyertaan modal dari 10 desa belum diketahui bergerak dibidang apa. Tak hanya itu kantor Bumdesma yang seharusnya ada di Kecamatan, pantauan media ini dan juga pengakuan dari beberapa staf kecamatan tidak ada. (Rzi/red)
Tidak ada komentar