MUARA TEWEH – Haji Shalahuddin ST. MT secara resmi telah mengukir namanya dalam sejarah sebagai Bupati ke-13 Barito Utara. Namun, jalan menuju kursi nomor satu di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan ini bukanlah sebuah lompatan, melainkan puncak dari pendakian panjang seorang birokrat profesional yang berkomitmen.
Putra daerah kelahiran Muara Teweh, 21 Juli 1971 ini membawa modal pengalaman yang solid. Jejak karirnya dimulai dari dasar, sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di tanah kelahirannya.
Dedikasi dan kompetensinya di bidang teknik sipil mengantarkannya menduduki berbagai posisi kunci, mulai dari Kepala Seksi, Kepala Bidang Bina Marga di Dinas PUPR Barut, hingga Sekretaris Dinas di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).
Reputasinya tak berhenti di tingkat kabupaten. Pada 2017, kepercayaan naik level ketika Gubernur Kalteng kala itu, Sugianto Sabran, mengangkatnya menjadi Kepala Bidang Bina Marga PUPR Provinsi Kalteng. Hanya dalam setahun, karirnya melesat cepat dengan dipercaya memimpin sebagai Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalteng—sebuah jabatan strategis yang diembannya dengan gemilang selama lebih dari tujuh tahun.
Pengalaman kepemimpinannya semakin terasah ketika ditunjuk sebagai Penjabat Bupati Kotawaringin Timur pada 2024, sebelum akhirnya menjabat sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Setda Kalteng. Langkah strategisnya mengundurkan diri dari birokrasi untuk maju dalam kontestasi pilkada membuktikan tekad bulatnya untuk menghadirkan perubahan bagi daerah asalnya.
Di balik kesuksesan birokrasinya, terdapat pondasi pendidikan yang kuat dan berkelanjutan. Setelah menamatkan D3 Teknik Sipil di Universitas Lambung Mangkurat, Shalahuddin meraih gelar sarjana dari Institut Teknologi Nasional Malang (1995). Tak berpuas diri, pria yang kini telah berstatus kakek ini melanjutkan studi Magister Teknik Sipil di almamater pertamanya, Universitas Lambung Mangkurat, sambil tetap aktif berkarya.
Selain dikenal sebagai birokrat, Shalahuddin juga aktif dalam organisasi, antara lain di PERGATSI Kalteng dan Asprov PSSI Kalteng, yang menunjukkan kapasitasnya dalam mengelola hubungan kemasyarakatan.
Kini, dengan segudang pengalaman dari garis birokrasi yang murni, Shalahuddin tidak lagi sebagai pelaksana kebijakan, melainkan sebagai pembuat kebijakan. Tantangannya adalah mengalihkan keahlian teknis dan manajerialnya untuk mengakselerasi pembangunan dan kesejahteraan Barito Utara selama lima tahun ke depan. (Arnold/red)
Tidak ada komentar