Sejumlah Elemen Masyarakat di Teweh Timur Ikrar Komitmen Bersama Jaga Keamanan Hingga Tangkal Hoaks

redaksi
30 Apr 2026 08:43
DAERAH 0 172
2 menit membaca

MUARA TEWEH-Pasca peristiwa tragis pembunuhan satu keluarga beberapa waktu lalu diwilayah perbatasan Kalimantan Tengah-Kalimantan Timur dan beredarnya sejumlah informasi yang masif di media sosial, sejumlah pihak dari berbagai elemen masyarakat di Teweh Timur bersama pemerintah kecamatan, desa, perusahaan hingga kepolisian menggelar ikrar komitmen bersama untuk menjaga kondusifitas yang aman dan tertib serta menangkal hoaks.

Camat Teweh Timur, Mundawan, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa komitmen bersama yang dilakukan tersebut bukan sekadar seremonial belaka, melainkan panduan aksi nyata yang harus diwujudkan atau dihidupkan ditengah masyarakat setempat.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya merasa aman secara fisik, tetapi juga terlindungi dari ancaman hoaks dan perpecahan. Ini adalah fondasi untuk mewujudkan Teweh Timur yang tentram,” ujar Mundawan kepada awak media ini, Kamis 30 April 2026.

Dalam momentum tersebut setidaknya terdapat delapan poin penting yang disepakati bersama. Pertama, seluruh warga bertekad menjaga ketentraman dan ketertiban di wilayah Kecamatan Teweh Timur. Kedua, meningkatkan kepedulian lingkungan dan kepekaan terhadap hal-hal mencurigakan, serta tidak bersikap acuh.

Salah satu poin yang menarik perhatian adalah butir ketiga yang menyentuh ranah digital. Warga diajak bijak bermedia sosial dan melakukan saring sebelum sharing. Tujuannya jelas: menghindari penyebaran berita bohong atau hoaks yang dapat memicu kegaduhan.

“Di era sekarang, musuh terbesar sering kali datang dari gawai masing-masing. Informasi yang tidak jelas kebenarannya bisa memecah belah persatuan,” tambah Mundawan.

Komitmen juga menekankan pencegahan konflik sejak dini, terutama yang berkaitan dengan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Setiap masalah harus diselesaikan melalui musyawarah, menjauhi provokasi, dan tidak mudah terpancing isu yang belum jelas kebenarannya.

Poin strategis lainnya adalah sinergi dengan aparat setempat, mulai dari RT/RW, Linmas, tokoh agama, tokoh adat, hingga Kepolisian dan TNI. Pemerintah desa pun diinstruksikan untuk mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siksmaling) dan pos keamanan desa (linmas).

Tidak ketinggalan, perusahaan yang beroperasi di wilayah Teweh Timur juga diikat komitmen. Mereka diminta menjaga kondusivitas di area kerjanya masing-masing. Apabila timbul konflik dengan masyarakat, perusahaan wajib menyelesaikannya secara musyawarah mufakat sesuai aturan yang berlaku, dan segera berkoordinasi dengan aparat desa, kecamatan, serta pemerintah setempat.

“Perusahaan adalah bagian dari ekosistem masyarakat. Kalau ada masalah, jangan diselesaikan dengan emosi. Duduk bersama, bicara baik-baik, dan libatkan aparat,” tegas Mundawan.

Dengan adanya komitmen bersama ini, Camat Teweh Timur berharap seluruh pihak benar-benar menjalankan isi kesepakatan. “Tidak hanya di atas kertas, tapi di dalam hati dan tindakan sehari-hari,” pungkasnya.

Masyarakat pun menyambut positif ikrar ini, berharap wilayah Teweh Timur semakin aman, rukun, dan terhindar dari segala bentuk gangguan. (Tim/Arnold/red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x
Seedbacklink

You cannot copy content of this page