Sepak Bola Api Warnai Festival Iya Mulik Bengkang Turan 2025

redaksi
10 Sep 2025 07:58
DAERAH 0 782
2 menit membaca

MUARA TEWEH – Suasana malam di Lapangan Kompi Raider Muara Teweh, Selasa (09/09/2025), dihangatkan bukan hanya oleh cuaca, tetapi oleh kobaran api dari sebuah tradisi unik. Lomba Sepak Sawut, atau sepak bola api, menjadi salah satu daya tarik utama dalam rangkaian Festival Budaya Iya Mulik Bengkang Turan tahun 2025.

Penjabat (Pj.) Bupati Barito Utara, Indra Gunawan, hadir langsung menyaksikan aksi menegangkan tersebut. Ia didampingi oleh Sekretaris Daerah Drs. Muhlis, sejumlah Kepala Perangkat Daerah, dan para Camat. Dalam kesempatan itu, Indra Gunawan memberikan apresiasi tinggi atas penampilan memukau dari para pemain.

“Lomba sepak sawut menunjukkan kekayaan tradisi lokal yang penuh tantangan dan makna filosofis,” ujar Indra Gunawan.

Lomba yang berasal dari Kalimantan Tengah, khususnya daerah Sampit ini, bukanlah permainan sepak bola biasa. Bola yang digunakan terbuat dari buah kelapa tua yang dikeringkan, direndam dalam minyak tanah, lalu dibakar hingga menyala. Tujuan permainan ini bukan mencetak gol, tetapi menjaga api tetap menyala dan menjatuhkan bola api ke dalam area lingkaran lawan.

Permainan ini merupakan uji nyali dan mental. Untuk melindungi diri dari luka bakar, para pemain tidak menggunakan kaki telanjang. Mereka melumuri kaki dengan minyak atau lumpur sebelum dengan terampil mengontrol, menyundul, dan menendang bola api yang berbahaya.

Indra Gunawan menekankan bahwa tradisi seperti ini memiliki makna yang sangat dalam. Selain sebagai uji keberanian, Sepak Sawut adalah warisan budaya yang diwariskan turun-temurun dan berfungsi sebagai sarana komunikasi serta mempererat tali silaturahmi antarwarga.

“Dengan adanya Festival Budaya Iya Mulik Bengkang Turan diharapkan budaya dan tradisi lokal dapat dipertahankan dan dilestarikan bagi penerus generasi muda ke depannya,” tambahnya.

Acara yang berlangsung meriah dan disaksikan banyak penonton yang antusias itu juga menghasilkan para pemenang yang berhak melaju ke babak berikutnya. Kecamatan Teweh Tengah memenangkan pertandingan sengit melawan Kecamatan Teweh Baru melalui adu finalti. Sementara itu, Kecamatan Teweh Timur berhasil mengalahkan Kecamatan Gunung Purei, dan Kecamatan Lahei Barat mengungguli Kecamatan Gunung Timang.

Keberhasilan penyelenggaraan lomba ini membuktikan bahwa tradisi lokal yang sarat nilai justru mampu menciptakan suasana penuh semangat dan kegembiraan, sekaligus menjaga api warisan leluhur tetap menyala di hati generasi muda. (Arnold)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x
Seedbacklink