MUARA TEWEH– Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memastikan komitmennya dalam meningkatkan infrastruktur dan pelayanan publik di Kecamatan Teweh Selatan. Komitmen tersebut diwujudkan dengan alokasi anggaran signifikan mencapai Rp17,298 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.
Kepala Dinas PUPR Barito Utara, Iman Topik, mengungkapkan hal itu dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Teweh Selatan yang membahas Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027, Senin (9/2/2026). Kegiatan yang digelar di kecamatan setempat itu dihadiri langsung Bupati Barito Utara, Sekretaris Daerah, Asisten II dan III Setda, serta jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan kepala desa se-Kecamatan Teweh Selatan.
Iman Topik memaparkan, dari total 71 usulan yang berasal dari kecamatan tersebut, sebanyak 26 usulan diarahkan kepada Dinas PUPR. Setelah melalui proses inventarisasi, sejumlah usulan telah terakomodir dalam anggaran tahun ini.
“Sementara itu, usulan yang belum masuk akan dibahas lebih lanjut secara berjenjang di tingkat kabupaten,” jelas Iman Topik di hadapan para peserta musrenbang.
Terkait realisasi anggaran tahun ini, Iman Topik merinci bahwa Dinas PUPR melaporkan kegiatan pada TA 2026, Pemkab Barito Utara telah menetapkan anggaran untuk Teweh Selatan sebesar Rp17.298.530.000.
“Dan saat ini sedang dalam proses lelang, ada sebagian yang sudah penetapan terus berjalan,” terangnya.
Anggaran sebesar Rp17 miliar lebih tersebut akan dialokasikan untuk tiga sektor utama pembangunan. Pertama, Bidang Bina Marga mendapat porsi terbesar dengan anggaran lebih dari Rp9 miliar untuk pembangunan dan rehabilitasi jalan. Kedua, Bidang Sumber Daya Air dengan alokasi lebih dari Rp3 miliar untuk pembangunan infrastruktur air. Ketiga, Bidang Cipta Karya sebesar Rp4 miliar lebih yang meliputi sistem penyediaan air minum (SPAM), pengelolaan air limbah, penyediaan unit pengolahan setempat, serta kegiatan rutin sarana prasarana umum.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Barito Utara, Shalahuddin, mengingatkan bahwa keterbatasan kemampuan anggaran daerah membuat tidak semua usulan yang disepakati di tingkat kecamatan dapat dijalankan sekaligus.
“Kiranya perlu menetapkan skala prioritas yang mengarah kepada penyelesaian akar permasalahan terlebih dahulu, berdampak luas dan nyata, mendesak untuk segera dilaksanakan, dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat banyak,” pesan Shalahuddin kepada seluruh peserta musrenbang yang hadir.
Orang nomor satu di Barito Utara itu juga menekankan bahwa proses perencanaan harus ditindaklanjuti dengan formulasi rencana kerja oleh perangkat daerah sebelum dibahas nanti di forum Musrenbang Kabupaten. Di tengah tantangan anggaran yang terbatas, peraturan yang ketat, dan tuntutan masyarakat yang kritis, ia menegaskan perlunya kerja cerdas dan keras dari seluruh pemangku kepentingan.
“Marilah kita luruskan niat bahwa apa yang kita lakukan semata-mata demi mensejahterakan masyarakat Kabupaten Barito Utara yang kita banggakan,” serunya.
Musrenbang Kecamatan Teweh Selatan ini menjadi forum strategis untuk menjaring aspirasi masyarakat dalam penyusunan perencanaan tahun berikutnya. Kehadiran Bupati dan jajaran pimpinan daerah menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendengar dan menindaklanjuti kebutuhan pembangunan di tingkat kecamatan. (Old)
Tidak ada komentar