MUARA TEWEH– Hujan lebat yang mengguyur Kota Muara Teweh sejak pagi tak menyurutkan langkah Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, ST., M.T. Dengan semangat yang membara, orang nomor satu di lingkup Pemkab Barito Utara itu tetap memilih untuk hadir langsung di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Selasa (10/2/2026). Kedatangannya bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan sebuah misi penting untuk menggelorakan semangat kerja dan memastikan kesiapan seluruh jajaran penggerak utama pembangunan infrastruktur di daerah ini.
Suasana ruang pertemuan Dinas PUPR yang sesak oleh para pejabat dan staf langsung berubah menjadi tegang namun penuh semangat ketika Bupati Shalahuddin memulai arahannya. Dengan nada suara yang tegas dan penuh keyakinan, ia tak membuang waktu untuk menyampaikan pesan sentralnya. Ia menyebut bahwa Dinas PUPR bukan sekadar instansi teknis biasa, melainkan ujung tombak yang akan menentukan gagal atau suksesnya pembangunan Barito Utara di masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati.
“Dinas PUPR adalah penentu keberhasilan pembangunan daerah. Keberhasilan visi misi saya dan Wakil Bupati ada di tangan kalian,” tegas H. Shalahuddin di hadapan puluhan aparatur sipil negara (ASN) yang hadir. Kalimat ini langsung menyulut getaran semangat sekaligus kesadaran akan beban tanggung jawab besar yang dipikul oleh jajaran dinas yang kerap disebut sebagai “tulang punggung” pembangunan fisik tersebut.
Lebih lanjut, Bupati membeberkan fakta yang tak terbantahkan. Ia menjelaskan bahwa seluruh 12 program prioritas daerah yang menjadi fokus utama pemerintahannya berada di bawah tanggung jawab Dinas PUPR. Program-program ini bukanlah proyek-proyek kecil, melainkan proyek strategis yang selama ini dinanti-nantikan oleh masyarakat, terutama di wilayah pedalaman. Beberapa di antaranya adalah pembangunan tiga jembatan vital yang menghubungkan wilayah-wilayah terisolir serta normalisasi Sungai Bengaris yang kerap menjadi langganan banjir.
Di sinilah letak gebrakan yang paling menggema. Bupati Shalahuddin melontarkan target yang nyaris dianggap ambisius oleh banyak kalangan. Ia memerintahkan jajarannya untuk melakukan akselerasi pembangunan dengan skala waktu yang belum pernah terjadi sebelumnya. “Jika di masa lalu pembangunan jembatan membutuhkan waktu hingga 10 tahun, di bawah kepemimpinan kita sekarang, seluruh pembangunan jembatan strategis harus selesai dalam waktu 3 tahun,” tuturnya dengan penuh optimisme.
Target yang dipatok Bupati tersebut mencakup tiga proyek jembatan ikonik, yakni Jembatan Sikan-Tumpung Laung yang selama ini menjadi dambaan warga di dua kecamatan, Jembatan Lemo, dan Jembatan Lahei. Ketiga infrastruktur ini dinilai krusial karena selain memperpendek jarak tempuh, juga akan membuka akses ekonomi dan pelayanan publik yang lebih merata. Dengan waktu tiga tahun, Bupati menantang jajaran PUPR untuk berpikir di luar kebiasaan lama dan mulai mengadopsi metode kerja yang lebih modern dan efisien.
Tak hanya menetapkan target fisik, Bupati Shalahuddin juga mengubah paradigma pola kerja aparaturnya. Ia mengajak seluruh jajaran untuk membiasakan diri bekerja dengan tiga prinsip sakti: keras, cepat, dan tepat. Menurutnya, tanpa ketiga prinsip tersebut, seluruh mimpi besar membangun Barito Utara yang merata dan berkeadilan hanya akan menjadi wacana belaka. “Saya ingin pembangunan kita terarah, terukur, dan akuntabel,” pungkasnya di akhir arahan yang disambut dengan tepuk tangan meriah oleh seluruh pegawai Dinas PUPR yang hadir.
Menanggapi arahan yang sangat spesifik dan berani tersebut, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Barito Utara, M. Iman Topik, S.I.P., M.Si, langsung bergerak cepat. Di hadapan Bupati, ia menyatakan kesiapan penuh jajarannya untuk menjalankan instruksi tersebut. “Kami akan menindaklanjuti seluruh arahan dan instruksi Bupati Barito Utara serta memastikan pelaksanaan program pembangunan berjalan sesuai target dan ketentuan yang berlaku,” ujar M. Iman Topik dengan sikap sigap. Kunjungan ini pun menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi titik balik percepatan pembangunan infrastruktur di Barito Utara di bawah komando langsung kepala daerah.
Tidak ada komentar